Jumat, 23 Oktober 2015

Sedikit untuk banyak

Apa yang memotivasi aku untuk buat blog? Hhhmmm... ceritanya begini.
Jadi dulu itu aku tipikal anak yang manut sama kewajiban. Harus belajar biar pintar setelah besar nanti bisa kerja dan punya penghasilan yang bagus. Standar banget yah nggak ada indah-indahnya itu keinginan. Nahh jadilah aku berusaha belajar dengan baik supaya dapat nilai bagus dan bisa masuk sekolah-sekolah favorit. Nilaiku sih nggak bagus-bagus amat tapi yaaa Alhamdulillah selalu bisa masuk sekolah negri favorit di bogor. Begitu kuliah aku lebih pilih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di daerah Cikarang. Pertama, karna aku ingin mandiri. Kedua, karna di PTS itu bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa inggris. Jadi selain dapat ilmu sesuai jurusan yang aku ambil (keuangan), aku juga bisa dapat manfaat lain yaitu bahasa inggris yang dengan sendirinya terlatih.
Huaahhh.. dengan segala usaha yang nggak kecil (lumayan berat belajar dengan bahasa pengantar bahasa asing), aku berharap banyak akan masa depanku. Aku sudah membayangkan bagaimana semua materi yang sudah melekat di otakku akan aku aplikasikan di dunia kerja nanti. Aku sudah bermimpi untuk membangun karir yang tinggi. Apalagi kampusku itu memberi jalan/ peluang besar untuk bekerja atau magang di perusahaan-perusahaan ternama. Semisal memberi peluang bagi alumninya untuk melamar pekerjaan yang lowongannya tidak dipublikasikan, seperti lowongan di kedutaan besar. Duhhh mimpiku sudah sekencang ikat pinggang.
Tapi ternyata harapan nggak selalu bisa diwujudkan. Karna alasan kesehatan aku nggak bisa melamar pekerjaan. Sudah beruntung aku bisa lulus dengan hasil yang baik. Karna di akhir semester tepatnya saat skripsi kesehatanku sudah mulai tertanggu.
Sekitar dua tahun setelah lulus aku jobless. Sempat frustasi karna aku merasa semua hal yang sudah aku upayakan menjadi sia-sia.
Lama kelamaan aku merasa ada yang hilang. Ilmuku perlahan-lahan hilang. Oh my God. Aku bahkan udah nggak ingat cara menghitung bunga investasi dan bla bla dan bla bla yang mana dulu sangat aku sukai. Dan lalu aku merasa bodoh karna membiarkan ilmu yang kucari dengan susah payah hilang begitu saja. Ini nggak boleh! Aku nggak boleh diam tanpa aktifitas hingga sisa-sisa ilmuku hilang lebih banyak lagi.
Dengan segera aku membuka les privat untuk anak sekitar. Ternyata nggak semudah itu membuka les privat. Nggak banyak anak di sekitar rumahku yang tertarik untuk les privat. Akupun nggak bisa mengajar terlalu banyak dan sering karna kelelahan. Mereka yang ikut les cenderung lebih memilih les matematika. Sedangkan bahasa inggrisku tak terpakai.
Lewat blog aku menuliskan semua materi grammar bahasa inggris dasar yang aku kuasai. Tujuannya adalah agar ilmuku yang tidak seberapa ini nggak hilang begitu saja dan sia-sia. Semoga sedikit ilmu bahasa inggris yang aku miliki ini dapat bermanfaat untuk banyak orang lewat blog yang aku buat. 



Sesekali aku update dengan tambahan soal latihan atau materi baru. 

Selain itu aku juga unggah beberapa materi di youtube seperti ini.

Nahhh dalam waktu dekat aku juga akan membuat blog materi matematika dasar. Secara beberapa tahun belakangan ini aku jadi sangat update dengan matematika karna harus mengajar materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 SD dan SMP. Begitulah. Jadi intinya yaaa blog yang aku buat aku gunakan untuk membagi ilmuku yang sedikit agar bermanfaat untuk orang banyak. 

Ehh tapii .. eh tapii.. ternyata tanggung jawab dalam memuat blog ini nggak kecil karna kalau aku posting materi yang ternyata nggak benar..hhmm berapa banyak orang yang aku sesatkan dengan materi yang salah. Untuk membangun dan mengembangkan blog ini ternyata aku harus belajar lebih banyak baik materi maupun tekhniknya agar berkualitas. Yaa semoga bisa jauh lebih bermanfaat.

Nahh...buat aplikasi-aplikasi yang aku gunakan untuk update blog bahasa inggrisku diantaranya:
Polaris Office dan Ms. Word: aplikasi ini wajib untuk merangkum materi di PC atau smartphone.
Blogger: karna lebih sering update blog lewat hp jadi aplikasi blogger ini jelas wajib hukumnya.
Nahh kalo buat gambar edit..uummm... pakai screenshot aja dan photo collage. 

Blog ini diikutsertakan dalam Go For It Blog Competition oleh Emak Gaoel dan Smartfren



Sabtu, 20 Juni 2015

Menabung iyaaa...shopping iyaaa

Hallo Assalamualaikum...

Menabung? Hhmm gimana yah..susah-susah gampang. Apalagi kalau punya teman-teman hobby shopping. Oh my god.. cobaan banget. Masa si Ana, Ani, Inu sibuk shopping, aku cuma emut jari.Terus gimana caranya supaya bisa ngeksis shopping tapi tetap bisa punya tabungan. Yaaa... harus bisa ngeshopping yang sekaligus ngenabung.

Sejak SMP aku sudah diberi uang jajan bulanan sama Ibu. Iyaa...rasanya tuh happy banget pertama kali pegang uang dalam jumlah banyak. Daftar jajanan langsung terbayang di otak. Dan yeayy puas banget bisa jajan ini itu yang mahal-mahal tanpa takut kehabisan uang. Lah wong di kantong ada uang jatah sebulan. Alhasil baru pertengahan bulan uangku tersisa sekitar 10.000 yang hanya cukup untuk ongkos angkot selama sepuluh hari (waktu itu) Jeng!!! Musibah.

Demi menjaga gengsi ke ibu, aku harus nutupin kelalaianku. Aku nggak mau mengakui kalau uangku sudah habis apalagi harus minta uang tambahan. No way! Akhirnya aku diam-diam mengambil uang ibu di tas. Iyaa..aku mencuri huhuhu... menghabiskan uang nggak halal tuh rasanya kayak dikejar-kejar kera pakai topi bertuliskan DOSA. Ibuuu...aku nggak bisa. Akhirnya dengan sesenggukan aku mengakui perbuatanku pada ibu. Fiuhhh... aku nggak perlu kasih tau kan gimana marahnya ibu. Sekian cerita masa lalu yang penuh hikmah.

Itulah awal mulanya aku mulai gemar mengatur keuangan. Dan mengarahkanku pada kegiatan menabung. Rasanya nggak punya uang tuh miris dan menyedihkan. Apalagi kalau nggak punya uang karna boros. Uuhhh sesalnya tuh di dada. Ngomong-ngomong tentang mengatur keuangan, sumpah ini bukan pekerjaan mudah. Kalau sampai salah atur, bisa-bisa nggak mampu menyisakan uang untuk ditabung. Untuk itu aku banyak membaca tips financial untuk membantu mengatur keuanganku, salah satunya tips-tips dari cermati.com. Banyak ilmu yang dapat diterapkan dan percaya deh ilmu nggak pernah useless.

Sejak itu aku jadi gemar menabung dengan cara dan tujuan berbeda. Diantaranya: 

1. Celengan.
Pernah nggak sih menyepelekan uang receh karna lagi pegang uang besar. Sampai terkadang uangnya tuh diabaikan dan nyelip-nyelip di kursi atau bawah pot tanaman. Aku sih pernah. Nah buat aku (yang udah berusia seperempat abad lebih), celengan itu berfungsi untuk menampung receh-receh itu. Lumayan kann daripada karatan di bawah rak buku. Celenganku itu celengan fleksibel yang ada kuncinya dan bisa dibuka tutup. Jadiii kalau lagi di rumah mau jajan es nong-nong atau adek-adek minta jajan permen bisa pakai uang celengan hehehehe...

2. Tabungan primer dan sekunder
Meskipun aku mengajar les di rumah jadi nggak perlu akun tabungan buat payroll gaji. Tapi tetap harus ada tabungan primer dan sekunder.
Tabungan primer adalah sejumlah uang yang disisihkan setiap bulan dan nggak boleh diganggu kecuali untuk keperluan mendesak, sangat mendesak. Jumlah yang disisihkan nggak terlalu besar karna sifat tabungannya yang "nganggur akut" alias nggak boleh diganggu dan sebisa mungkin konsisten setiap bulan. Jadi nggak perlu nafsu untuk menaruh uang dalam jumlah besar. Hal ini akan menekan kegatalan kita untuk menarik uang dari tabungan primer ini. Karna sekali diambil, seterusnya akan lebih gatal lagi buat kita untuk terus-menerus menggunakan uang dalam tabungan itu. Lunturlah sudah fungsinya sebagai tabungan primer.
Tabungan sekunder, tabungan ini berisi sejumlah uang yang disisihkan untuk tujuan tertentu. Misalnya mau beli HP baru, nabung deh disitu. Tentunya setelah menyisihkan sebagian kecil dalam tabungan primer. Kalaupun sedang nggak ingin beli apa-apa, tabungan sekunder ini bisa dicanangkan kalau-kalau nanti ada iklan gadget baru dan aku tergoda untuk membeli. Fiuhhh...

3. Shopping sambil menabung
Tabungan jenis ini mungkin bisa disebut investasi. Awal bulan biasanya teman-teman tuh paling eksis buat shopping. Kalau aku? Hhmm... aku biasa membagi-bagi uang untuk keperluan selama sebulan kedepan dan menyisihkan untuk tabungan primer. Nahh kalau ada sisa, uang itulah yang ditaruh dalam tabungan sekunder. Jadi ngeshopping bareng teman yaa pakai uang sisa bulan kemarin dalam tabungan sekunder itu. Ngeshoppingnya ini sesekali harus bisa sambil ngenabung.
"Aku mau beli tas disini, kamu mau beli tas juga?"
"Nggak ah tas aku masih bagus, habis ini ke toko mas yah, aku shopping disitu aja."
Yupp.. shopping di toko mas. Uhukk... ngeksis shopping sambil investasi. Kalau tahun depan bisa kali yah shoppingnya di toko bangunan, nyicil bangun rumah. Aminnn... pokoknya judulnya shopping tapi tetap menabung :-p










Jumat, 24 April 2015

AKU BERHARGA, KAMU JUGA

Assalamualaikum....Hallo semua

Pernah lihat tweet ini?

“Nggak ngeliat orang yang disable kayak liat alien.”

Ini orsinil buatan aku lohh... hehehe... jadi ceritanya tweet ini pernah diikutsertakan dalam sebuah kuis berhadiah buku di twitter dan aku menang. Yeayyy.. #tepuktangan
Bahkan beberapa orang yang tidak dikenal ikut meretweet tweet ini. Berarti banyak juga orang yang sependapat denganku kan? Wuihhh jadi terasa keren... #benerinkerah #PeDemaksimal

Hhhmmm tweet ini aku buat karna seringnya melihat fenomena krusial di lingkungan sekitar kita. Sadar atau tidak, banyak orang yang melihat teman disable dengan tatapan aneh bak melihat alien. Menatap titik disable sampai lupa berkedip. Well... sebetulnya ini hal kecil tapi dampaknya luar biasa buat teman disable kita. Apakah itu? Terpuruk! Mendapati diri mereka dipandang dengan tatapan aneh akan membuat mereka kehilangan percaya diri. Akibatnya? Mereka minder, kehilangan minat bergaul, kehilangan kesempatan untuk maju. Mungkin tidak semua tapi tidak sedikit yang mengalaminya. Termasuk aku....dulu.

Bersahabat dengan lordosis dan lemahnya syaraf motorik yang diawali dengan hilangnya keseimbangan tubuh, postur tubuh yang tidak biasa, sering jatuh hingga harus berteman dengan kursi roda membuatku sering mendapatkan tatapan tak menyenangkan tersebut. Sampai akhirnya aku minder, merasa tidak berharga, aneh, buruk dan tidak pantas untuk menjadi bagian hidup orang lain. Aku jatuh dalam keterpurukan hingga stuck, enggan bergaul atau melakukan sesuatu di ruang publik.

Beruntung aku punya sahabat-sahabat serta adik-adik yang berhasil dengan hidup, karir dan kisah cinta mereka. Hal ini membuatku berpikir kalau aku pun berhak. Iya..aku berhak bahagia seperti mereka. Maka aku memutuskan untuk; #BeraniLebih menghargai diri sendiri.

Selalu berpikir tentang cinta bahwa apa yang kualami aalah bentuk cinta dari Allah, bahwa aku yang dipilih untuk memenangkan kehidupan dengan tantangan ini. Tantangan! Seru kan! Akan ada banyak kesulitan yang dihadapi tapi juga ada banyak kemudahan yang tidak terduga. Jangan pernah takut untuk ikhlas menjalani hidup. We’re never alone.

Diawali dengan menghargai diri sendiri, maka orang lain akan menghargai kita. Biarkan  mereka yang berpikir negatif. Nyatanya banyak juga yang mau melihatku dengan kelebihanku, mencintaiku apa adanya, membuatku merasa berharga. #BeraniLebih menghargai diri sendiri membuatku percaya diri untuk merasa dicintai. Dengan membuka diri, hati dan pikiran aku merasa bahwa cinta yang tulus itu ada dan aku berhak dan pantas bersyukur karnanya. Bahagia ada ketika kita mau memberi kesempatan diri kita untuk berbahagia.

#BeraniLebih merasa dicintai keluarga.


#BeraniLebih bersosialisasi dan percaya diri bahwa aku pun dapat berguna untuk orang lain. (Me and my private course students.)















#BeraniLebih berkarya. Aku juga bisa menghasilkan karya seperti yang lainnya.



#BeraniLebih menerima cinta seseorang. Heyy...aku juga berhak dicintai dan mencintai.


#BeraniLebih menghargai diri sendiri membawaku pada keinginan kuat untuk sembuh agar dapat membahagiakan mereka yang mencintaiku.


Bahagia adalah pilihan, ia diciptakan oleh kita sendiri.



Facebook: Rati Pramita
Twitter: @ratipramita